Guru Honorer, Dibutuhkan tetapi Diabaikan - INFO MENDIKBUD

Guru Honorer, Dibutuhkan tetapi Diabaikan

Infomendikbdu.com - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,, Selamat siang rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, siang ini infomendikbud.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,
Pagi itu, Mukdi Muale, seorang guru honorer di Maluku Utara, merasa kurang enak badan. Tetapi, tanggung jawab memaksanya untuk tetap masuk dan mengajar di SD Tawabi, Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.

Tidak hanya tanggung jawab di kelas yang membuatnya memaksakan diri untuk masuk. Ia paham betul, kalau sekolah tempatnya mengabdi sejak 2010 membutuhkan dirinya. Mukdi adalah satu dari tiga guru honorer, dan hanya ada tiga orang guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).
SD Tawabi bukan satu-satunya sekolah yang membutuhkan tenaga guru. Banyak sekolah, khususnya SD di daerah pelosok, yang hanya memiliki satu-dua orang guru ASN sehingga guru honorer sangat menentukan keberlangsungan belajar-mengajar di kelas.
Sayangnya, peran besar guru honorer tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan yang mereka dapatkan. Pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara hanya membayar honor mereka sebesar Rp500 ribu – Rp1,5 juta per bulan untuk guru honor yang SK-nya dari bupati/wali kota dan gubernur, sedangkan yang diangkat oleh sekolah hanya Rp200 ribu/bulan. Bersambung,,,, Baca Selanjutnya Di Halaman 2 DISINI

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru Honorer, Dibutuhkan tetapi Diabaikan"

Posting Komentar