Pages 4 Dua Mahasiswi Dilarang Pakai Cadar Saat Kuliah Sampai Dapat Ancaman, Begini Pengakuan Pihak Kampus - INFO MENDIKBUD

Pages 4 Dua Mahasiswi Dilarang Pakai Cadar Saat Kuliah Sampai Dapat Ancaman, Begini Pengakuan Pihak Kampus

Pihak Universitas Tribhuwana Tunggadewi langsung bereaksi ketika curhatan Wulan dan Dewi menjadi heboh.

Mereka membantah ada aturan mahasiswi tak diperbolehkan memakai cadar di lingkungan kampus. Mereka juga membantah dua mahasiswinya itu dipaksa untuk melepas cadar mereka.

Wakil Rektor 3 Universitas Tribuana Tunggadewi Totok Sasongko mengatakan, hingga saat ini belum ada perubahan peraturan.

Mahasiswa tetap diberi kebebasan berpenampilan sepanjang masih mengikuti tata tertib kampus seperti tidak boleh gondrong, bertindik, menggunakan kaos oblong dan mengenakan sandal.

"Klarifikasi bahwa di Unitri secara formal tidak ada aturan yang mengatur atau melarang penampilan mahasiswa menggunakan cadar," tegasnya, Sabtu (18/11/2017).

Menurut Totok, berdasarkan laporan yang ia terima, kedua mahasiswi itu awalnya dipanggil oleh dosen wali. Lalu mereka diberi arahan dan komunikasi lebih jauh tentang penggunaan cadar.

Dalam komunikasi itu, diterangkan kalau pihak universitas tidak memaksa mahasiswi untuk membuat surat pernyataan. "Kalau ketemu dosen wali itu fungsinya menggantikan ortu selama ada di kampus," jelas Totok.

"Kalau laki-laki, menggunakan anting diingatkan. Kalau rambutnya gondrong dilarang," sambungnya.

"Kalau perempuan, menggunakan cadar diajak komunikasi. Menurut laporan yang saya terima. Komunikasinya adalah perwalian," lanjutnya.

Untuk mengeluarkan surat pernyataan, prosesnya berawal dari biro kemahasiswaan kemudian dinaikan ke Wakil Rektor 3 dan lebih tinggi adalah Rektor.

"Jadi belum pernah kami membuat atau menandatangani surat peringatan berkaitan penggunaan cadar," terang Totok. Totok pun tak yakin jika surat kecaman oleh HMI Komisariat Unitri itu asli.

Pasalnya, tidak ada kop HMI dan stempel HMI di surat yang beredar luas di sosial media tersebut. "Kalau kehadiran berkaitan dengan berita di medsos yang menyebutkan dari HMI Komisariat Unitri, setelah kami cek, tidak ada identitas HMI," jelasnya.

"Tidak ada kop resmi dari HMI. Yang ada individu seseorang. Perlu kita cek kebenarannya," ucapnya. Pihak kampus juga menyatakan akan tetap membina para mahasiswanya dan mencari solusi yang tepat, serta menyatakan tidak akan mengeluarkan dua mahasiswinya yang mengenakan cadar.

"Mereka adalah anak-anak kami. Orangtuanya menitipkan kepada kami. Tidak ada pemikiran untuk ke ranah hukum," tandas Totok.

Kepala Biro Kemahasiswaan Unitri Agung Suprojo menambahkan, sebenarnya hal wajar jika dosen menanyakan alasan mahasiswinya menggunakan cadar.

Dalam konteks pembinaan dosen kepada mahasiswanya, maka dosen memiliki cara untuk pembinaan ke arah yang positif. "Wajar kalau tanya kenapa pakai cadar. Itu wajar untuk mendeteksi alasan langsung ke mahasiswanya," paparnya.

Wulan dan Dewi juga disebut melum pernah memanfaatkan konseling di kemahasiswaan hingga pihaknya belum mengetahui identitas kedua mahasiswi itu.

"Mereka tidak pernah konseling. Jadi kami belum tahu. Tapi infonya mereka mahasiswa akuntansi dan manajemen," katanya.

Sumber : Tribunnews

Demikian informasi yang dapat infomendikbud.com berikan, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua.........

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pages 4 Dua Mahasiswi Dilarang Pakai Cadar Saat Kuliah Sampai Dapat Ancaman, Begini Pengakuan Pihak Kampus"

Posting Komentar